PELUANG USAHA BISNIS 2018
LEBIH BAIK HILANG UANG DARIPADA KEHILANGAN PELUANG
Tom and Jerry memang hanya sebuah film, tetapi karakter masing-masing tokoh dalam film tersebut lekat sekali seperti mewakili orang-orang dalam kehidupan nyata.
Jerry si tikus coklat yang menggemaskan mewakili tipe orang yang selalu beruntung dalam hidup ini. Ia kerap kali dikejar bahaya, tetapi selalu saja berhasil melarikan diri.
Sebaliknya Tom si kucing seakan-akan gambaran orang yang selalu sial. Makanan di depan matapun tetap saja tidak bisa diraih. Kejar-kejaran yang terjadi antara Tom dengan Jerry sudah dapat dipastikan siapa pemenangnya, yaitu si beruntung Jerry menyisakan kekecewaan si sial Tom.
Entah karena terinspirasi dari film Tom and Jerry atau bukan, seorang profesor di bidang psikologi publik Richard Wiseman melakukan percobaan kepada orang-orang yang merasa selalu beruntung dibandingkan dengan orang-orang yang merasa selalu sial.
Kesimpulan dari pengamatan yang ia lakukan kemudian ditulis menjadi sebuah buku The Luck Factor. Salah satu percobaan sang profesor diantaranya memerintahkan untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok itu. Hasilnya, orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata dua menit untuk menyelesaikannya, sementara mereka dari kelompok beruntung, hanya perlu beberapa detik saja.
Perbedaan waktu antar keduanya ini menggambarkan adanya respon yang berbeda terhadap sebuah obyek. Ternyata pada halaman kedua sang profesor telah meletakkan tulisan yang berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! Ada 43 gambar di koran ini." Orang-orang beruntung menemukan tulisan itu. Sementara, orang-orang sial melewatkannya karena hanya fokus dan asyik menghitung gambar tanpa peduli dengan yang ada disekitar gambar.
Lebih ironis lagi, di tengah-tengah koran, ia menaruh pesan lain yang berbunyi, "Katakan kepada peneliti, Anda menemukan tulisan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan itu!
Menurut buku The Luck Factor tersebut, orang beruntung terbuka terhadap peluang, mencari dan melihatnya. Mereka peka, pandai, dan cepat bertindak ketika peluang itu datang atau menemukannya. Orang-orang beruntung terbuka terhadap hal-hal baru, mereka lebih baik kehilangan uang daripada kehilangan peluang. Sedangkan si sial, terbiasa mengabaikan peluang sehingga tertutup terhadap kemungkinan - kemungkinan baru.
Apakah anda orang yang selalu terbuka dengan atau mencari peluang peluang (kemungkinan-kemungkinan) baru atau anda orang yang suka mengabaikannya, bertahan dan hanya fokus dengan apa yang sudah ada pada anda saja walaupun anda tahu dan merasakan tidak mengalami banyak kemajuan/ hasil dari apa yang ada?
7 CARA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENJUAL
Salah satu hal utama yang harus dimilik oleh setiap pengusaha adalah kemampuan untuk menjual. Seberapa pun kerennya produk anda, jika anda tidak dapat menjual, semua sia-sia saja. Jadi, bagaimana caranya untuk meningkatkan kemampuan anda untuk menjual produk anda?
1. Mulai menjual sekarang
Satu-satunya cara nyata untuk menjadi lebih baik dalam menjual adalah pergi berjualan. Tidak ada cara terbaik selain praktek. Anda kemungkinan besar gagal dalam usaha yang pertama, tapi tidak apa-apa. Anda selalu dapat memperbaiki kemampuan anda. Baca buku penjualan, ikut pelatihan, dll.
2. Latih kemampuan bercerita anda
Apakah anda sadar atau tidak, penjualan anda tergantung kepada kemampuan anda bercerita (storytelling). Cerita yang bagus akan memenangkan perhatian dari calon pembeli anda, dan bahkan mungkin tanpa menjual sedikitpun, cerita anda akan memenangkan klien bagi anda! Terus berusaha untuk membuat cerita yang menarik, dan latih cara anda dalam menyampaikannya.
3. Ringkaskan penjelasan anda
Jika anda telah belajar untuk mendeskripsikan produk anda dengan ringkas kepada seseorang yang tidak tahu sama sekali mengenai produk anda dan hanya dapat fokus dalam waktu singkat, anda akan menjadi yang terdepan ketika menjual.
Seperti kata Albert Einstein, “Kalau anda tidak dapat menjelaskannya kepada seorang, maka anda juga sama tidak mengertinya apa yang anda sampaikan.”
4. Berbicara dengan orang banyak
Banyak orang berkata kalau mereka tidak bisa menjual. Jika anda duduk di belakang komputer sepanjang hari, takut keluar dan terlibat, jelas anda tidak akan pernah menjadi lebih baik. Semakin banyak orang yang anda ajak bicara, semakin banyak penjualan yang anda dapat, anda pun semakin percaya diri. Rasa percaya diri itu akan menjadi nyata dan menghasilkan lebih banyak penjualan.
5. Belajar “membaca” orang
Cara terbaik untuk mempertajam kemampuan menjual adalah dengan belajar membaca orang. Beberapa orang dapat diyakinkan dengan fakta dan data, sementara yang lain membeli dari orang yang mereka nilai percaya diri, dapat dipercaya dan mudah disukai.
Isyarat-isyarat tidak lisan akan memberitahu anda apa yang dapat anda harapkan, jadi bicaralah dengan pelanggan sesuai dengan tipe komunikasinya dan tekankan bagaimana cara produk atau jasa anda akan mempermudah hidup mereka.
6. Cari tahu apa yang dikuatirkan pelanggan
Pada akhirnya, penjualan adalah bagaimana mengatasi hal yang tidak disukai pelanggan atau membantu mereka untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Untuk menjadi efektif dalam penjualan, anda harus benar-benar mengerti apa faktor utama yang dikuatirkan pelanggan. Bicara dengan pelanggan dan pahami apa yang menyebabkan kekuatiran itu dan sesuaikan cara menjual anda. Dengan melakukan pendekatan “penjualan konsultasi”, anda dapat menutup penjualan dengan lebih mudah. Tanpa disadari pelanggan, mereka telah turut membantu proses penjualan.
7. Tanya “kenapa?”
Ketika membicarakan penjualan, fokuslah pada pelanggan di hadapan anda – dan mulai menggali mengapa mereka (akan) memerlukan produk anda. Dengan informasi yang diperoleh, anda dapat menyesuaikan kebutuhan mereka dengan produk anda secara sempurna.
Untuk sukses, tidak perlu trial error, ikuti saja pola yg sudah ada.
Sebaliknya, jika mau gagal, lakukan saja kebalikan dari pola sukses. Dijamin gagal. Hehe 😀
Nah, Pesan kali ini cocok sekali di baca untuk mereka yang baru mulai bisnis atau bisnisnya belum terlalu menghasilkan.
Untuk awal awal, ikuti saja ke 6 pola ini
Kita mulai,
Pertama, FOCUS di satu jenis usaha sampai 5 tahun kedepan
Koq lama?
Namanya juga sukses, gak bisa instan.
Yang instan itu kopi, hehe 😀
Tapi kalau sering sering belajar insyaAllah lebih cepat.
Kedua, pilih produk yg bisa dijual Online
Dalam online tidak ada batasan ruang dan waktu.
Artinya, Anda bisa mendistribusikan produk seluas-luasnya.
Makin luas jangkauan distribusinya makin banyak uang yg masuk rekening Anda. 😊
Ketiga, miliki Mentor
Ada yg bimbing itu lebih cepat lho.
Tanpa mentor, jelas lebih lama
Jangan asal mentor, tapi milikilah mentor yg sesuai dg bisnis Anda
Keempat, belajar Jualan
Jangan mikir macem2 dulu.
Uang datang karena aktivitas jualan.
Pelajari ilmunya..
Kelima, Bangun Database
Salah satu keuntungan punya database adalah dapat membuat pembeli membeli ulang lagi dan lagi. Kalau punya database, Anda tidak akan paceklik pendapatan
Keenam, jaga kedekatan dengan Nya.
Ini yang terpenting dan sering terlupa.
Bukankah Bisnis tidak selalu lancar?
Bukankah tujuan akhir kita adalah kembali kepadaNya?
Dari ke 6 pola ini? Sudahkah Anda melakukannya? 😊
Sukses itu diciptakan, bukan kecelakaan
Harapannya dengan ilmu tersebut Anda bisa menghasilkan lebih banyak dari sebelumnya
Aamiin Allahumma Aamiin 😊
Survey Yang Mengejutkan Pengguna HP !!!
1.Brp kali anda isi pulsa dlm sebulan?
a.3x
b.5x
c.7x
1.Brp kali anda isi pulsa dlm sebulan?
a.3x
b.5x
c.7x
2.Dmn biasa anda isi pulsa?
a.conter
b.teman
c.isi sendiri
a.conter
b.teman
c.isi sendiri
3.Menurut anda, hrga pulsa conter itu?
a.murah
b.MAHAL
a.murah
b.MAHAL
4.Sudah brp lama anda menggunakan HP?
a.3th
b.5th
c.7th
a.3th
b.5th
c.7th
5.Di posisi mana anda dlm menggunakan HP selama ini?
a.dibayar
b.MEMBAYAR
a.dibayar
b.MEMBAYAR
6.Jadi.. selama ini dlm segi ekonomi, anda dlm menggunakan HP apakah?
a.untung
b.RUGI
a.untung
b.RUGI
7.Jika ada SOLUSI yg lbh menguntungkan anda dlm menggunakan HP, gmn menurut anda?
a.abaikan
b.LANGSUNG AMBIL
a.abaikan
b.LANGSUNG AMBIL
*MAU tahu SOLUSI n caranya?
Tom and Jerry memang hanya sebuah film, tetapi karakter masing-masing tokoh dalam film tersebut lekat sekali seperti mewakili orang-orang dalam kehidupan nyata.
Jerry si tikus coklat yang menggemaskan mewakili tipe orang yang selalu beruntung dalam hidup ini. Ia kerap kali dikejar bahaya, tetapi selalu saja berhasil melarikan diri.
Sebaliknya Tom si kucing seakan-akan gambaran orang yang selalu sial. Makanan di depan matapun tetap saja tidak bisa diraih. Kejar-kejaran yang terjadi antara Tom dengan Jerry sudah dapat dipastikan siapa pemenangnya, yaitu si beruntung Jerry menyisakan kekecewaan si sial Tom.
Entah karena terinspirasi dari film Tom and Jerry atau bukan, seorang profesor di bidang psikologi publik Richard Wiseman melakukan percobaan kepada orang-orang yang merasa selalu beruntung dibandingkan dengan orang-orang yang merasa selalu sial.
Kesimpulan dari pengamatan yang ia lakukan kemudian ditulis menjadi sebuah buku The Luck Factor. Salah satu percobaan sang profesor diantaranya memerintahkan untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok itu. Hasilnya, orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata dua menit untuk menyelesaikannya, sementara mereka dari kelompok beruntung, hanya perlu beberapa detik saja.
Perbedaan waktu antar keduanya ini menggambarkan adanya respon yang berbeda terhadap sebuah obyek. Ternyata pada halaman kedua sang profesor telah meletakkan tulisan yang berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! Ada 43 gambar di koran ini." Orang-orang beruntung menemukan tulisan itu. Sementara, orang-orang sial melewatkannya karena hanya fokus dan asyik menghitung gambar tanpa peduli dengan yang ada disekitar gambar.
Lebih ironis lagi, di tengah-tengah koran, ia menaruh pesan lain yang berbunyi, "Katakan kepada peneliti, Anda menemukan tulisan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan itu!
Menurut buku The Luck Factor tersebut, orang beruntung terbuka terhadap peluang, mencari dan melihatnya. Mereka peka, pandai, dan cepat bertindak ketika peluang itu datang atau menemukannya. Orang-orang beruntung terbuka terhadap hal-hal baru, mereka lebih baik kehilangan uang daripada kehilangan peluang. Sedangkan si sial, terbiasa mengabaikan peluang sehingga tertutup terhadap kemungkinan - kemungkinan baru.
Apakah anda orang yang selalu terbuka dengan atau mencari peluang peluang (kemungkinan-kemungkinan) baru atau anda orang yang suka mengabaikannya, bertahan dan hanya fokus dengan apa yang sudah ada pada anda saja walaupun anda tahu dan merasakan tidak mengalami banyak kemajuan/ hasil dari apa yang ada?
7 CARA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENJUAL
Salah satu hal utama yang harus dimilik oleh setiap pengusaha adalah kemampuan untuk menjual. Seberapa pun kerennya produk anda, jika anda tidak dapat menjual, semua sia-sia saja. Jadi, bagaimana caranya untuk meningkatkan kemampuan anda untuk menjual produk anda?
1. Mulai menjual sekarang
Satu-satunya cara nyata untuk menjadi lebih baik dalam menjual adalah pergi berjualan. Tidak ada cara terbaik selain praktek. Anda kemungkinan besar gagal dalam usaha yang pertama, tapi tidak apa-apa. Anda selalu dapat memperbaiki kemampuan anda. Baca buku penjualan, ikut pelatihan, dll.
2. Latih kemampuan bercerita anda
Apakah anda sadar atau tidak, penjualan anda tergantung kepada kemampuan anda bercerita (storytelling). Cerita yang bagus akan memenangkan perhatian dari calon pembeli anda, dan bahkan mungkin tanpa menjual sedikitpun, cerita anda akan memenangkan klien bagi anda! Terus berusaha untuk membuat cerita yang menarik, dan latih cara anda dalam menyampaikannya.
3. Ringkaskan penjelasan anda
Jika anda telah belajar untuk mendeskripsikan produk anda dengan ringkas kepada seseorang yang tidak tahu sama sekali mengenai produk anda dan hanya dapat fokus dalam waktu singkat, anda akan menjadi yang terdepan ketika menjual.
Seperti kata Albert Einstein, “Kalau anda tidak dapat menjelaskannya kepada seorang, maka anda juga sama tidak mengertinya apa yang anda sampaikan.”
4. Berbicara dengan orang banyak
Banyak orang berkata kalau mereka tidak bisa menjual. Jika anda duduk di belakang komputer sepanjang hari, takut keluar dan terlibat, jelas anda tidak akan pernah menjadi lebih baik. Semakin banyak orang yang anda ajak bicara, semakin banyak penjualan yang anda dapat, anda pun semakin percaya diri. Rasa percaya diri itu akan menjadi nyata dan menghasilkan lebih banyak penjualan.
5. Belajar “membaca” orang
Cara terbaik untuk mempertajam kemampuan menjual adalah dengan belajar membaca orang. Beberapa orang dapat diyakinkan dengan fakta dan data, sementara yang lain membeli dari orang yang mereka nilai percaya diri, dapat dipercaya dan mudah disukai.
Isyarat-isyarat tidak lisan akan memberitahu anda apa yang dapat anda harapkan, jadi bicaralah dengan pelanggan sesuai dengan tipe komunikasinya dan tekankan bagaimana cara produk atau jasa anda akan mempermudah hidup mereka.
6. Cari tahu apa yang dikuatirkan pelanggan
Pada akhirnya, penjualan adalah bagaimana mengatasi hal yang tidak disukai pelanggan atau membantu mereka untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Untuk menjadi efektif dalam penjualan, anda harus benar-benar mengerti apa faktor utama yang dikuatirkan pelanggan. Bicara dengan pelanggan dan pahami apa yang menyebabkan kekuatiran itu dan sesuaikan cara menjual anda. Dengan melakukan pendekatan “penjualan konsultasi”, anda dapat menutup penjualan dengan lebih mudah. Tanpa disadari pelanggan, mereka telah turut membantu proses penjualan.
7. Tanya “kenapa?”
Ketika membicarakan penjualan, fokuslah pada pelanggan di hadapan anda – dan mulai menggali mengapa mereka (akan) memerlukan produk anda. Dengan informasi yang diperoleh, anda dapat menyesuaikan kebutuhan mereka dengan produk anda secara sempurna.
Baru Mulai Bisnis?
Ini yang mesti dilakukan
Seorang guru pernah berpesan
*"Sukses berpola, gagal berpola"*
Untuk sukses, tidak perlu trial error, ikuti saja pola yg sudah ada.
Sebaliknya, jika mau gagal, lakukan saja kebalikan dari pola sukses. Dijamin gagal. Hehe 😀
Nah, Pesan kali ini cocok sekali di baca untuk mereka yang baru mulai bisnis atau bisnisnya belum terlalu menghasilkan.
Untuk awal awal, ikuti saja ke 6 pola ini
Kita mulai,
Pertama, FOCUS di satu jenis usaha sampai 5 tahun kedepan
Koq lama?
Namanya juga sukses, gak bisa instan.
Yang instan itu kopi, hehe 😀
Tapi kalau sering sering belajar insyaAllah lebih cepat.
Kedua, pilih produk yg bisa dijual Online
Dalam online tidak ada batasan ruang dan waktu.
Artinya, Anda bisa mendistribusikan produk seluas-luasnya.
Makin luas jangkauan distribusinya makin banyak uang yg masuk rekening Anda. 😊
Ketiga, miliki Mentor
Ada yg bimbing itu lebih cepat lho.
Tanpa mentor, jelas lebih lama
Jangan asal mentor, tapi milikilah mentor yg sesuai dg bisnis Anda
Keempat, belajar Jualan
Jangan mikir macem2 dulu.
Uang datang karena aktivitas jualan.
Pelajari ilmunya..
Kelima, Bangun Database
Salah satu keuntungan punya database adalah dapat membuat pembeli membeli ulang lagi dan lagi. Kalau punya database, Anda tidak akan paceklik pendapatan
Keenam, jaga kedekatan dengan Nya.
Ini yang terpenting dan sering terlupa.
Bukankah Bisnis tidak selalu lancar?
Bukankah tujuan akhir kita adalah kembali kepadaNya?
Dari ke 6 pola ini? Sudahkah Anda melakukannya? 😊
Sukses itu diciptakan, bukan kecelakaan
Harapannya dengan ilmu tersebut Anda bisa menghasilkan lebih banyak dari sebelumnya
Aamiin Allahumma Aamiin 😊
